JURNALISTIK

Panduan Praktis bagi Citizen Reporter Pemula

Pewarta-Indonesia, Ulasan singkat ini diinspirasi oleh “curhat” seorang sahabat yang kuliah S-2 di Amerika. Katanya ingin sekali menuliskan apa yang ada di dalam pikirannya. Tetapi berkali-kali mencoba menuangkannya di kertas atau di komputer, berkali-kali juga ia “merasa” gagal. Ini hal yang lumrah dan sangat manusiawi. Hampir semua orang mengalami situasi seperti itu. Bahkan, belum pernah terjadi dalam sejarah seorang penulis berbakat langsung berhasil tenar dengan hasil karya yang bagus. Pasti melalui hambatan dan kegagalan. Mereka kemudian belajar dari pengalaman pahitnya itu, untuk selanjutnya keluar sebagai penulis bernilai emas.
Jadi, bila Anda mengalami hal yang sama, jangan sedih. Anda tidak sendirian. Tulisan ini ditujukan bagi Anda, penulis pemula atau penulis orang biasa. Memang ia tidak dimaksudkan untuk mengajari Anda hingga tuntas dan menjadi penulis yang diidolakan di mana-mana. Ini sekedar menjadi panduan awal untuk “memecah” kebuntuan saat Anda para pemula mulai duduk dan menuliskan sesuatu. Yang pasti, kemauan membara di dalam dada untuk menuangkan ide di pikiran Anda ke dalam bentuk tulisan, sesederhana apapun ide itu, sudah menjadi modal awal yang paling ampuh dalam mengatasi masalah yang dihadapi. Oleh karena itu, saat ada kemauan menulis muncul di hati, silahkan ambil kertas dan pinsil atau pena, atau bagi yang punya komputer silahkan dengan komputer, dan mulailah menulis.
Ketika Anda siap untuk menuangkan tulisan, ingat-ingatlah satu hal: tulisan tidak perlu panjang-panjang belasan paragraf. Dua atau tiga alinea sudah cukup. Pembaca justru lebih senang membaca berita yang singkat-singkat. Yang paling penting adalah mereka mendapat informasi dari bacaannya. Untuk itu, berilah pembaca informasi tentang apa yang ada di pikiran Anda. Umumnya, informasi yang diinginkan seseorang terdiri dari enam unsur, yang disingkat dengan formula 5W+1H. Bila Anda sudah bisa menjawab pertanyaan seputar 5W+1H, maka sukseslah Anda sebagai penulis, setidaknya penulis berita (hard-news)
Pertama, pertanyaan WHAT atau tentang apa? Peristiwa atau masalah apa yang akan Anda sampaikan ke Pembaca. Sampaikan saja seperti seorang menceritakan kejadian yang dilihatnya. Tuliskan masalah atau pokok persoalan apa yang ingin disampaikan kepada pembaca. Mungkin dalam 2 atau 3 kalimat sudah cukup.

baca selengkapnya >>>


Prosedur Mendapatkan ID Card PPWI

PPWI menerbitkan kartu identitas (ID Card Citizen Journalist) bagi semua anggota pewarta warga dan masyarakat umum yang membutuhkannya. Kartu ini berfungsi sebagai tanda pengenal dalam setiap aktivitas jurnalisme warga yang meliputi mengumpulkan dan membagikan informasi kepada masyarakat. Media utama yang dapat digunakan oleh setiap pewarta warga adalah Koran Online Pewarta Indonesia (KOPI) dengan situs www.pewarta-indonesia.com.
Masa berlaku ID Card yang dikeluarkan secara resmi oleh Pengurus PPWI adalah 5 tahun (berakhir pada tanggal 31 Desember). Ketentuan bagi setiap orang yang ingin menjadi anggota dan mendapatkan ID Card Indonesian Citizen Reporter, adalah sebagai berikut:
1. Memiliki keinginan untuk berbagi informasi dalam bentuk berita, artikel, opini, foto, video, dan lain-lain secara benar dan bertanggung jawab.
2. Amat disarankan agar memiliki situs pribadi, blog pribadi/komunitas, dan bentuk media berbagi informasi lainnya.
3. Mengisi dan mengirimkan FORMULIR PENDAFTARAN yang dapat di-download DI SINI, ke alamat email: pengurus.ppwi@pewarta-indonesia.com.
4. Pengiriman FORMULIR harus disertai scanning identitas (KTP/SIM/Kartu Mahasiswa/Kartu Pelajar atau lainnya) dan file foto diri.
5. Mensubsidi pembuatan/penerbitan ID Card sebesar Rp. 150.000,- (Seratus lima puluh ribu rupiah). Dana ini harap di-transfer ke rekening PPWI :
Nama Bank : Bank BNI Cabang Senayan
Nomor Rekening : 0243142926
Atas Nama : Persatuan Pewarta Warga Indonesia

baca selengkapnya >>>